Tampilkan postingan dengan label SOSIAL MASYARAKAT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SOSIAL MASYARAKAT. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 April 2009

MENYIKAPI UNJUK RASA ANARKIS DI MEDAN


0leh : Petrus Darwin
Mahasiswa PGSD, Fakultas Ilmu Pendidikan,
Universitas Negeri Yogyakarta
Asal Ketapang, Kalimantan Barat.

Sejak bergulirnya era repormasi yang dipelopori oleh mahasiswa pada tahun 1998 hingga sekarang, berbagai aksi unjuk rasa turut mewarnai kehidupan demokrasi dinegara kita.
Setelah sekian lama kita hidup dalam sebuah tekanan, kekangan, ketakutan serta cengkraman pada saat pemerintahan orde baru berkuasa dengan rezim otoriternya, akhirnya kita dapat juga keluar dari belenggu kekuasaan itu dengan menghirup udara kebebasan yang dinamakan era repormasi, yang hingga hari ini sudah kita jalani sekitar 10 tahun lebih. Tapi pertanyaannya bagi kita, apakah kehidupan yang kita jalani saat ini sudah sesuai dengan tujuan atau arah repormasi yang sebenarnya?
Sebelum penulis uraikan lebih lanjut tentang repormasi, terlebih dahulu kita harus tau apa pengertian repormasi. Menurut kamus besar bahasa indonesia, repormasi berarti perubahan radikal dalam berbagai bidang kehidupan, seperti bidang sosial, politik atau agama dalam suatu masyarakat atau negara. Tentu perubahan yang dimaksud disini adalah perubahan untuk ke arah perbaikan, perubahan dari pola hidup lama kepola hidup baru, perubahan dari kebobrokan, kemunafikan serta kekuasaan yang otoriter pada kehidupan masa lalu, menuju perubahan hidup yang lebih beradab serta demokratis dalam berbagai sendi kehidupan.
Sekadar ilustrasi dari gerakan repormasi ini, penulis ambil contoh sejarah repormasi gereja yang terjadi dieropa pada abad ke 16, dimana pada waktu itu gereja katolik roma dibawah kekuasaan paus mendominasi kehidupan beragama/ menggereja dalam berbagai bidang kehidupan. para biarawan dan biarawati geraja melakukan penyimpangan terhadap ajaran gereja, institusi gereja dijadikan alat oleh para paus untuk mencapai kekuasaannya, para paus hidup dalam kemewahan duniawi. Karena melihat para paus/ pemimpin gereja hidup sudah tidak sesuai dengan ajaran gereja lagi, maka timbul lah sebuah gerakan dalam lembaga gereja itu, yang dinamakan gerakan repormasi gereja, dengan tokoh Martin luther. Gerekan repormasi gereja ini bertujuan untuk membebaskan diri dari kekuasaan paus yang otoriter, serta menata kembali kehidupan gereja pada jalan yang benar.
Ilustrasi tadi dapat kita bandingkan dengan perjalanan repormasi dinegara kita. Sejak pemerintahan presiden Soeharto berkuasa dengan rezim orde barunya, kita hidup dibawah tekanan dan bayang-bayang ketakutan, hak dan kebebasan warga negara dipasung, akibatnya kita hidup dibawah belenggu kekuasaan para penguasa. Keadaan yang demikian membuat para kaum muda / mahasiswa kita merasa prihatin terhadap nasib bangsa ini, akhirnya mereka melakuan perlawanan/ gerakan pada tahun 1998 yang dikenal dengan gerakan repormasi.
Lalu, sekarang kita sudah hidup di alam repormasi,lantas apa yang kita dapatkan ? sepertinya repormasi yang kita dengungkan selama ini sia-sia saja. repormasi telah dikhianati oleh sekelompok orang yang ingin berkuasa. repormasi di identikan dengan kebebasan, semua orang bebas untuk melakuan apa saja tanpa batas. Sejak bergulirnya repormasi, hampir setiap hari kehidupan di tanah air kita selalu diwarnai oleh demo atau unjuk rasa dalam menyampaikan aspirasi/ kehendak, tapi sayangnya aspirasi yang disampaikan lewat demo atau unjuk rasa itu sering kali dilakukan secara anarkis.
Sebagai contoh yang sangat menghebohkan terjadi baru-baru ini, aksi unjuk rasa anarkis Di kantor DPRD Sumatera Utara yang menuntut pemekaran wilayah tapanuli menjadi sebuah propinsi baru. sebagai Akibatnya ketua DPRD Sumatera Utara Abdul Azis Angkat meninggal dunia. Sangat memprihatinkan sekali, dalam menyampaikan aspirasi para demonstran telah kehilangan akal sehatnya, demokrasi kita ternyata harus dibayar mahal dengan merenggut nyawa seseorang. Lalu pertanyaanya bagi kita, apa peran aparat keamanan dalam hal ini dan bagaimana sebaiknya pengaturan aksi unjuk rasa agar tak mengarah ke anarkisme? Menurut penulis ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh aparat keamanan/polisi untuk mengatasi aksi unjuk rasa agar tak anarkis: pertama, polisi harus menerjunkan personil yang lebih banyak dalam menghadapi para pendemo, bila perlu antara polisi dan pendemo jumlahnya imbang, sehingga polisi tidak kewalahan dalam menghadapi massa dan situasi dapat terkontrol dengan baik. kedua, polisi harus segra menindak tegas/menangkap oknum yang melakukan kerusuhan, agar tak memancing massa yang lain. yang ketiga, adanya koordinasi yang baik antar personil dilapangan serta satuan komando dari atasan, sehingga personil yang bertugas dilapangan tidak ragu-ragu dalam mengambil tindakan.



Minggu, 08 Maret 2009

"KARET ALAM INVESTASI MASA DEPAN YANG MENJANJIKAN"


Oleh: Damaskus Beny

Karet Alam bagi kebanyakan orang-orang yang berada di Kalimantan dan Sumatera bukanlah sesuatu yang asing lagi di telinga mereka, kebetulan saya asli putra daerah Kal-Bar.Keberadaannya di tengah masyarakat sudah menjadi bagian kehidupan dan sejarah yang tidak terlupakan sampai kapanpun. Kebiasan masyarakat daerah Kalimantan yang hidup bergantung dari alam merupakan cerminan bahwa karet merupan salah satu Nafas atau urat nadi kehidupan. Seiring berjalannya waktu dan perkembangan zaman maka perubahan pada sendi-sendi kehidupan manusia juga mengalami perubahan dan pergeseran begitu juga dengan sendi-sendi kehidupan pada masyarakat Kalimantan Barat khususnya yang berada di daerah pedalaman. Mata pencarian masyarakat daerah yang dulunya banyak mengandalkan ketersedian alam secara alami kini memaksa mereka untuk mengadakan inovasi mata pencarian yang tetap bertumpu pada alam. Karet alam merupan alternatif mata pencarian yang menjanjikan bagi kehidupan mereka, karena pengelolaannya yang terbilang simple dan sederhana dan hasil yang diperolehpun tidak terlalu mengecewakan. Sudah sekian lamanya bahkan sidah bertahun-tahun kehidupan mereka bergantung pada karet alam dimana hasil yang diperoleh digunakan untuk memenuhi kehidupan mereka yang tidak dapat disediakan oleh alam sekitar. Seiring berjalannya waktu dan perkembangan dunia juga membawa mereka hidup pada tahap yang tidak bisa dihindari yaitu meningkatnya kebutuahan dan tuntutan hidup demi menjaga dan mempertahankan kehidupan mereka. Pekerjaan menoreh (sebutanyang sering digunakan untuk menyadap karet) yang dulunya hanya sebatas untuk memenuhi kehidupan mereka yang tidak disediakan oleh alam kini menjadai tumpuan di semua sektor perekonomian kehidpan mereka.Semejak era tahun 90an bergulir di daerah pedalaman Kal-Bar semejak itu juga kesadaran arti penting dunia pendidikan menjadi isu yang penting. Mulai satu persatu diantara putra-putri daerah pedalaman Kal-Bar berjuang untuk mengenyam dunia pendidikan. Peran Karet alam dalam menopang dunia pendidikan anak-anak pedalaman Kal-Bar sangat besar dan bearti, karena sebagian besar orang tua ,mereka bekerja sebagai petani karet. Kini sudah banyak serjanawan yang telah berhasil dan sukses karena karet alam, mereka adalah orang-orang pejuang tangguh yang tak pernah kenal lelah untuk menatap masa depan yang lebih baik. Akan tetapi kini keberadaan karet yang terbilang sebagi ikonnya kehidupan masyarakat di pedalaman Kal-Bar sudah terancam punah dan terabaikan. Permasalahan ini tidak terlepas dari kurangnya perhatian pemerintah terhadap budidaya karet alam tersebut. Padahal kemampuan karet alam dalam menyerap tenaga kerja setidaknya bisa menguarangi jumlah angka penganguran sekian persen yang ada di Republik ini. Faktor lain adalah keberadaan Kelapa sawit oleh para Investor baik Lokal, Nasional maupun Asing menjadi keberadaan karet seolah-olah terpinggirkan. Padahal jika kita cermati Karet alam bisa produktif dan bertahan sampai usia 35 tahun dan dampakak yang ditimbulkan bagi alam sekitarpun tidak begitu berpengaruh. Kalaupun Kelapa Sawit dikatakan lebih menjanjukan dibandingkan dengan karet alam saya rasa perlu diklarifikasi lagi karena siapa yang tidak tahu bahwa karet memegang peranan penting sebagai bahan baku dalam dunia Industri maupun Otomotif. Sekarang tingal kita yang memilih, mana yang seharusnya dibudidayakan dan diolah sepenuhnya...................???karena dunia kerja juga merupakan pilihan. Salam untuk teman-teman yang berjuang karena ditopang oleh Karet Alam.